Populasi gajah di hutan ini sangat banyak. namun, setiap tahunnya akan ada gajah yang meninggalkan hutan. entah mereka akan jadi gajah sirkus untuk menghibur banyak orang, atau jadi gajah yang hanya bisa hidup di kebun binatang. Tentu saja, kedua pilihan tersebut punya perbedaan.
Gajah sirkus, harus menunjukkan aksi – aksi mereka di hadapan para penonton sirkus, jika ingin hidupnya aman. Makanannya pun akan terpenuhi, tempat tidur terjamin, tentu saja jika ia menuruti perintah majikannya. Jika tidak, gajah-gajah itu akan mendapatkan siksa majikannya.
Sementara gajah yang memilih hidup di kebun binatang terjamin kehidupannya, mendapat perlindungan penuh,
dan tidak mungkin untuk mendapat siksa.
Kini tinggal beberapa ekor gajah yang masih turut meramaikan hutan, jadi penghuni setia untuk beberapa bulan kedepan. Untuk makan saja mereka harus berjuang mengerahkan tenaga, belum lagi jika nanti ia bertemu dengan pemburu yang
tidak tahu aturan. Menjadi gajah yang tinggal di hutan tidak mudah. Tak ada jaminan makanan disana, apa lagi perihal perlindungan. Sukar memang.
Dari sini, aku dapat mengutip pelajaran. Untuk menjadi seorang manusia yang
utuh, kita mempunyai tiga pilihan : bekerja untuk orang lain dan hidupmu terjamin, menumpang hidup dengan orang lain dan segalanya terpenuhi, atau mengarungi hidup dengan berbagai macam hal yang "nanti' dan 'akan' kita hadapi, sendiri. Dengan sedikit sentuhan tangan orang lain. Tapi ingat, jangan terlena!